Minggu, 24 Oktober 2010

badan organisasi telkom

DEWAN KOMISARIS
DIREKSI
DIREKTORAT
COMPLIENCE & RISK MANAGEMENT
HUMAN CAPITAL & GENERL AFFAIR
ENTERPRISE & WHOLESALE
IT & SUPPLY
KEUANGAN
KONSUMER
NETWORK & SOLUTION
DAPARTEMEN
CORPORATE AFFAIR
CORPORATE COMUNICATIONS
INTERNAL AUDIT
STRATEGIC INVESTMENT CORPORATE
• PLANNING (SICP)
KAPUS/ KAPRO
COMMUNITY DEVELOPMENT CENTER
FINANCE CENTER
HR CENTER
HR ACCESSMENT CENTER
INFORMATION SYSTEM CENTER
LEARNING CENTER
MANAGEMENT CONSULTING CENTER
PROYEK OBC
PROJECT MANAGEMENT OFFICE
RESEARCH & DEPLOMENT CENTER
SUPPLY CENTER
DIVISI PRODUCT OWNER
DIVISI FIXED WIRELESS NETWORK
DIVISI INFRASTRUKTUR TELEKOMUNKASI
DIVISI MULTIMEDIA
DIVISI REGIONAL
DIVISI REGIONAL I SUMATRA
DIVISI REGIONAL II JAKARTA
DIVIS REGIONAL III JABAR BANTEN
DIVISI REGIONAL IV JATENG DIY
DIVISI REGONAL V JATIM
DIVISI REGIONAL VI KALIMANTAN
DIVISI REGIONAL VII KAASAN TIMUR NDONESIA
DIVISI ENTWER PRISE SERVICE
DIVISI CARIER & AND INTERCONNECTION SERVICE

Minggu, 10 Oktober 2010

Rabu, 06 Oktober 2010

DWDM(dense wavelength Division Multiplexing)

DWDM(dense wavelength Division Multiplexing)

Kamis.07 Okt 10

pada awal tahun 1980 diperkenalkan teknologi WDM(wavelength Division Multiplexing), yaitu yang mampu memanfaatkan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda (tiap panjang gelombang mengandung sinyal informasi yang berbeda yang kemudian dimultiplek menjadi satu sinyal agar dapat dikirimkan dalam satu core serat optik secara simultan. WDM pada saat itu hanya mempunyai 2 kanal yang terletak pada panjang gelombang 1310 dan 1550 nm.
teknologi DWDM merupakan perbaikan teknologi WDM yang telah di kembangkan sebelumnya, yaitu memperkecil spasi antar kanal, sehingga terjadi peningkatan jumlah kanal yang mampu di multipleks. Inti perbaikan terdapat pada infrastruktur yang digunakan, seperti jenis laser, tapis dan penguat. perbaikan teknologi ini dipicu dengan adanya perkembangan teknologi fotonik. seperti penemuan EDFA(erbium doped fiber amplifier) sebagai penguat optis, dan laser dengan presisi yang lebih tinggi yang disebut teknlogi DWDM(dense wavelength division multiplexing). penemuan EDFA memungkinkan DWDM beroperasi pada daerah 1550 nm yang memiliki atenuasi rendah, sementara sebagian besar sistem WDM konvensional masih beroperasi pada daerah 1310 nm dengan tingkat atenuasi lebih tinggi.
3.1. Konsep Dasar DWDM
Masukan sistem DWDM berupa trafik yang memiliki format data dan pesat bit yang berbeda dihubungkan dengan laser DWDM. Laser tersebut akan mengubah masing-masing sinyal informasi dan memancarkan dalam panjang gelombang yang
berbeda-beda λ1, λ2, λ3 ……, λN,. Kemudian masing-masing panjang gelombang tersebut dimasukkan ke dalam MUX (multiplexer), dan keluaran disuntikkan ke dalam sehelai serat optis. Selanjutnya keluaran MUX ini akan ditransmisikan sepanjang jaringan
serat. Untuk mengantisipasi pelemahan sinyal, maka diperlukan penguatan sinyal sepanjang jalur transmisi.
Sebelum ditransmisikan sinyal ini diperkuat terlebih dahulu dengan menggunakan penguat akhir (postamplifier)untuk mencapai tingkat daya sinyal yang
cukup. ILA digunakan untuk menguatkan sinyal Sistem DWDM memiliki lapisan fotonika utama yang bertanggung jawab untuk melewatkan data optis melalui jaringan, dengan beberapa prinsip dasar, yaitu spasi kanal, arah aliran sinyal, dan pelacakan sinyal.

Spasi kanal
Spasi kanal merupakan jarak minimum antar panjang gelombang agar tidak terjadi interferensi.
Standarisasi spasi kanal perlu dilakukan agar sistem DWDM dari berbagai vendor yang berbeda dapat saling berkomunikasi. Jika panjang gelombang operasi berbanding terbalik dengan frekuensi, hubungan bedanya dikenal dalam panjang gelombang masingmasing sinyal. Faktor yang mengendalikan besar spasi kanal adalah bandwidth pada penguat optis dan adalah bandwidth pada penguat optis dan kemampuan penerima mengidentifikasi dua set panjang gelombang yang lebih rendah dalam spasi kanal. Kedua faktor itulah yang membatasi jumlah panjang gelombang yang melewati penguat.
Saat ini terdapat dua pilihan untuk melakukan standarisasi kanal, yaitu menggunakan spasi lamda atau spasi frekuensi. Hubungan antara spasi lamda
dan spasi frekuensi adalah:
∆ ∆ f
c
≈ −
λ
λ 2
………..(1)
dengan:
∆f = spasi frekuensi (GHz)
∆λ = spasi lamda (nm)
λ = panjang gelombang daerah operasi (nm)
c = 3 x 108 m/s.

Konversi spasi lamda ke spasi frekuensi (dan sebaliknya) akan menghasilkan nilai yang kurang presisi, sehingga sistem DWDM dengan satuan yang berbeda akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. ITU-T kemudian menggunakan spasi frekuensi sebagai standar penentuan spasi kanal yang digunakan.
(λ=1550 nm)

Kelebihan Teknologi DWDM
Kelebihan teknologi DWDM adalah transparan terhadap berbagai trafik. Kanal informasi masingmasing panjang gelombang dapat digunakan untuk melewatkan trafik dengan format data dan pesat bit yang berbeda. Ketransparanan sistem DWDM dan kemampuan add/drop akan memudahkan penyedia layanan untuk melakukan penambahan dan atau pemisahan trafik. Berkaitan dengan ketransparanan sistem DWDM, dikenal a dua sistem antarmuka, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup.
Elemen jaringan DWDM sistem terbuka memungkinkan penjamak SONET/SDH, switch IP dan
ATM disambungkan secara langsung pada jaringan DWDM. Sedangkan pada sistem tertutup, switch IP dan atau ATM tidak dapat secara langsung dihubungkan ke jaringan DWDM, namun memerlukan perantaraan penjamak SONET/SDH yang berasal dari
vendor yang sama dengan vendor perangkat DWDM yang digunakan Perbandingan teknologi serat optis konvensional dan teknologi DWDM adlah sebagai berikut.

1. Kapasitas serat optis yang dipakai lebih optimal.
DWDM dapat mengakomodir banyak cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dalam
sehelai serat optis, sedangkan teknologi serat optis konvensional hanya dapat mentransmisikan satu panjang gelombang dalam sehelai serat optis.
2. Intalasi jaringan lebih sederhana.

Penambahan kapasitas jaringan pada teknologi serat optic konvensional dilakukan dengan memasang kabel serat optic baru, sedangkan pada DWDM cukup dilakukan penambahan beberapa panjang gelombang baru tanpa harus melakukan perubahan fisik jaringan.
3. Penggunaan penguat lebih efisien.

DWDMmenggunakan penguat optis yang dapat menguatkan beberapa panjang gelombang
sekaligus dengan interval penguatan yang lebih jauh, sehingga penguat optis yang digunakan pada DWDM lebih sedikit dibandingkan pembangkit-ulang yang digunakan pada teknologi serat optis konvensional.
Penguat optis yang digunakan dalam teknologi DWDM adalah EDFA. EDFA merupakan serat
optis dari bahan silika (SiO2) dengan intinya (core) telah dikotori dengan bahan Erbium (Er3+), termasuk ke dalam golongan Rare-Earth Doped-
Fibre Amplifier.
Berikut ini adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh EDFA, sehingga dapat mendukung teknologi DWDM:
a. Faktor peroleh EDFA sangat tinggi
EDFA pada tahap eksperimen memiliki gain sebesar 40 dB, sedangkan perangkat EDFA
komersial mempunyai gain 20-30 dB dengan memompa energi sebesar 10 mW.
b. Bandwidth lebar
Ion Erbium melepaskan foton dengan interval panjang gelombang 1.530-1.560 nm atau sama dengan bandwidth sebesar 3 THz. Pada interval tersebut redaman yang terjadi pada serat optis hanya berkisar 0,2 dB/km, sehingga EDFA dapat memperkuat puluhan sinyal dengan panjang gelombang yang berbeda secara bersamaan.
c. Noise figure EDFA sangat kecil
Noise figure merupakan perbandingan antara S/Nin dengan S/Nout, sehingga untuk transmisi jarak-jauh akan menghasilkan akumulasi derau optis, namun dengan adanya tapis optis pada perangkat EDFA maka noise figure yang muncul
sangat kecil.
d. Daya keluaran yang besar
Daya keluaran pada EDFA meningkat seiring dengan meningkatnya daya diode laser (optical pump).
e. Kemudahaan instalasi
EDFA mudah diinstalasi karena EDFA juga berbentuk serat.
4. Biaya pemasangan, pemeliharaan dan
pengembangan lebih efisien.

Hal ini akibat arsitektur jaringan DWDM lebih sederhana dibandingkan arsitektur jaringan serat optis konvensional.

Kesimpulan sementara dari membaca beberapa sumber
Dengan analisis perbandingan teknologi DWDM dengan serat optis konvensional seta dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh teknologi DWDM merupakan suatu solusi yang tepat untuk krisis kapasitas pada transmisi data dengan kelebihan
sebagai berikut.
a. Transparan terhadap berbagai trafik yang memungkinkan penjamak SONET/SDH, switch
IP, dan ATM.
b. Kapasitas serat optis yang dipakai lebih optimal.
c. Instalasi jaringan lebih sederhana.
d. Penggunaan penguat lebih efisien.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kelayakan keuangan usaha & investasi

Usaha Warnet

Pedoman kelayakan usaha,berfungsi supaya jalan usaha dapat dikontrol/ dikendalikan dengan baik

Berikut ini contoh cashfolow / arus kas untuk menentukan anggaran atau studi kelayakan usaha (SKU)

Ini berguna pada usaha baik pada usaha yang belum di jalankan ataupun yang sudah berjalan.

1. Tentukan pengeluaran harian/mingguan ataupun bulanan,ini untuk mempermudah satuan bulanan

-Biyaya listrik

-telefon & membayar provider

-Sewa tempat / bln

-Gaji operator/ penjaga misal 2 org X gaji .jika mingguan bagi harian di kalikan hari kerja dalam sebulan

-Biyaya lain lain ,kabersihan dsb

Contoh anggaran ;( sebaiknya di buat rell rata-rata pengeluaran yang bias terjadi):

(Rp 100.000 +Rp 150.000 +Rp 300.000 + ( 2 X Rp 600.000) + Rp 125.000)

Total : 1.875.000 ( biyaya tersebut belum termasuk pemeliharaan dan penyusutanperalatan)

2. Tentukan pendapatan harian / bulanan ,misalnya punya 6 pengguna pendapatan /hari Rp 180.000

Rp 30.000/PC, jika harga Rp 2.500/jam maka jam opresional per PC 12 Jam/hari tanpa diskon dan promosi lainnyatermasuk gangguan

Sebulan,28 x Rp 180.000 = Rp 5.040.000

waktu 28 hari kerja dalam sebulan perhitungn optimal dengan memesuksn jam libur/ hari libur baik di sengaja atapaun tidak di sengaja ,atau yang lain-lain .Hal ini juga dapat di jadikan dasar setrategi marketing bisa lebih tinggi dari harga RP 2.500 ataupun kurang”.

Analisis sebagai Investor

Cara investasi menggunakan investor

Misal investasi Rp 30.jt kembali dg jangka 10 bln (pokok) bagi hasil 50:50 maka keuntungan Rp 3jt setelah sebulan jadi 1,5jt=5 persen/bln itupun jika pndapatan tetap 5jt/bln

Bagi investor missal 2 th

Keuntungan 14 bln x 1,5jt =21jt / 32-33 persen /tahun (70: 2 th atau total waktu investasi)

Dalam investasi ada Compound, maksudnya jika invest 30 jt keuntungan/th sekitar 32 persen maka dana di tahun ke-2 berkisar Rp 39,6 juta(Rp 30jt +32 persen atau 19 jt) atau 2 th jadi Rp 52,73 jt

Jadi keuntungan rata-rata /tahun sekitar 37 persen dan 2 th sekitar75 persen.



syareif rabby adrrlia

Jumat, 01 Oktober 2010

PEMILIHAN SISTEM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

PEMILIHAN SISTEM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

METODA PEMILIHAN PENYEDIA

Disesuaikan dengan jenis, sifat, nilai barang/jasa serta kondisi lokasi, kepentingan masyarakat, dan jumlah penyedia barang/jasa yang ada/mampu melaksanakan pekerjaan yang diadakan

How Did We Do?

nBrief overview of performance against each objective

How Did We Do?

nBrief overview of performance against each objective

METODA EVALUASI PENAWARAN

1. Sistem Gugur

Evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan dokumen penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis dan kewajaran harga, terhadap penyedia barang/jasa yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur.

2. Sistem nilai

Evaluasi penilaian penawaran dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap unsur yang dinilai berdasarkan kriteria dan nilai yang telah ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa, kemudian membandingkan jumlah nilai dari setiap penawaran peserta dengan penawaran peserta lainnya.

Untuk memperhitungkan keunggulan teknis sepadan dgn harga

(harga dipengaruhi keunggulan teknis)

Menggunakan metode kuantitas: memberi nilai angka terhadap unsur teknis dan harga

Dilakukan terhadap penawaran yg memenuhi syarat administrasi, dengan memberi skor terhadap unsur teknis dan/atau harga penawaran

Disusun daftar urutan penawaran, mulai dari nilai tertinggi

Bila dengan nilai ambang batas (passing grade), harus dicantumkan dalam dokumen pengadaan

3. Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis

Evaluasi penilaian penawaran dengan cara memberikan nilai pada unsur-unsur teknis dan harga yang dinilai menurut umur ekonomis barang, harga, biaya OP dalam jangka waktu tertentu, yang ditawarkan berdasarkan kriteria dan nilai yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa , kemudian nilai unsur-unsur tersebut dikonversikan ke dalam satuan mata uang tertentu, dan dibandingkan dengan jumlah nilai dari setiap penawaran peserta dengan penawaran peserta lainnya.

Khusus untuk pengadaan barang yg kompleks, dgn memperkirakan biaya OP & nilai sisa selama umur ekonomis barang
Unsur teknis dan harga yg dinilai telah ditetapkan dlm dok.pengadaan
Unsur harga dikonversikan ke dlm mata uang tunggal, dihitung secara profesional.
Disusun daftar urutan penawaran, mulai dari harga evaluasi terendah
Biaya yg dihitung dlm evaluasi, kecuali harga penawaran terkoreksi, tdk dimasukkan dlm harga kontrak (berfungsi sbg alat pembanding saja)

EVALUASI PENAWARAN UNTUK JASA KONSULTANSI

a. Metoda evaluasi kualitas;

b. Metoda evaluasi kualitas dan biaya;

c. Metoda evaluasi pagu anggaran;

d. Metoda evaluasi biaya terendah;

e. Metoda evaluasi penunjukan langsung.

a. Metoda evaluasi kualitas;

Evaluasi penawaran jasa konsultansi berdasarkan kualitas penawaran teknis terbaik, dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya

b. Metoda evaluasi kualitas dan biaya;

Evaluasi pengadaan jasa konsultansi berdasarkan nilai kombinasi terbaik penawaran teknis dan biaya terkoreksi dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya

c. Metoda evaluasi pagu anggaran;

Evaluasi pengadaan jasa konsultansi berdasarkan kualitas penawaran teknis terbaik dari peserta yang penawaran biaya terkoreksinya lebih kecil atau sama dengan pagu anggaran, dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya

d. Metoda evaluasi biaya terendah;

Evaluasi pengadaan jasa konsultansi berdasarkan penawaran biaya terkoreksinya terendah dari konsultan yang nilai penawaran teknisnya di atas ambang batas persyaratan teknis yang telah ditentukan, dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis serta biaya.

e. Metoda evaluasi penunjukan langsung.

Evaluasi terhadap hanya satu penawaran jasa konsultansi berdasarkan kualitas teknis yang dapat dipertanggungjawabkan dan biaya yang wajar setelah dilakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya

PENETAPAN JENIS KONTRAK

a. Berdasarkan bentuk imbalan:

1) lump sum;

2) harga satuan;

3) gabungan lump sum dan harga satuan;

4) terima jadi (turn key);

5) persentase.

b. berdasarkan jangka waktu pelaksanaan:

1) tahun tunggal;

2) tahun jamak.

c. berdasarkan jumlah pengguna barang/jasa:

1) kontrak pengadaan tunggal;

2) kontrak pengadaan bersama.

Cari Blog Ini